RSUD M. Natsir Solok Luncurkan "PeDuli IGD melalui QR", Edukasi Kriteria Gawat Darurat Kini Cukup Lewat Ponsel

Solok — Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD M. Natsir Solok meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk PEDuLi IGD- QR (PEningkatan peDuLi Masyarakat terhadap Kriteria gawat darurat di IGD berbasis QR Code), sebuah media edukasi digital yang memungkinkan masyarakat memahami kriteria gawat darurat hanya dengan memindai kode QR menggunakan ponsel.
Inovasi ini lahir dari keresahan yang selama ini dihadapi banyak rumah sakit rujukan: tingginya kunjungan pasien ke IGD yang sebenarnya tidak tergolong gawat darurat. Data internal RSUD M. Natsir Solok mencatat jumlah kunjungan meningkat dari 23.568 pada 2024 menjadi 29.637 pada 2025 — dan sebagian besar kenaikan itu diperkirakan berasal dari pasien dengan keluhan ringan yang sebenarnya dapat ditangani di Puskesmas atau klinik terdekat.
"Bukan berarti setiap keluhan tidak penting, tapi ada tempat dan waktu penanganan yang berbeda. Yang gawat darurat harus segera ditangani, yang tidak, bisa ditangani di layanan primer lebih dulu," ujar salah satu tenaga kesehatan IGD RSUD M. Natsir Solok.
Cukup Pindai, Informasi Langsung Tampil
Inovasi ini diprakarsai dari dr. Adek Adrian sebgai dokter IGD dan dikembangkan oleh Inovator dr. Sulistiana Dewi, SpKJ. Cara kerja Peduli IGD- QR terbilang sederhana. Kode QR ditempelkan di titik-titik strategis seperti pintu masuk IGD, ruang tunggu, meja pendaftaran, hingga pamflet "Kenali Tanda Gawat Darurat" yang sudah lebih dulu terpasang di rumah sakit tersebut. Begitu dipindai, layar ponsel akan menampilkan informasi mengenai delapan tanda gawat darurat — mulai dari nyeri dada hebat, sesak napas berat, penurunan kesadaran, tanda stroke, kejang, perdarahan hebat, cedera berat, hingga keracunan atau gigitan berbisa — lengkap dengan penjelasan warna triase (merah, kuning, hijau) dan langkah pertama yang perlu dilakukan saat darurat.
"Keluarga pasien jadi bisa membaca sendiri sambil menunggu, tidak perlu terus-menerus bertanya ke petugas. Ini membantu kami menjelaskan proses triase dengan lebih efisien," tambah petugas tersebut.
Solusi Murah, Dampak Besar
Dibanding media edukasi cetak konvensional, QR Code dinilai lebih hemat biaya karena tidak memerlukan pencetakan ulang setiap kali informasi diperbarui. Kontennya cukup diperbarui sekali di halaman digital, dan seluruh QR Code yang telah terpasang otomatis menampilkan informasi terbaru.
Manajemen RSUD M. Natsir Solok berharap inovasi ini dapat menekan angka kunjungan non-emergensi ke IGD, mempercepat waktu tunggu pasien gawat darurat yang sesungguhnya, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
"Ke depan, kami ingin masyarakat semakin paham: datang ke tempat yang tepat itu menyelamatkan nyawa — baik nyawa dirinya sendiri, maupun nyawa orang lain yang benar-benar butuh pertolongan segera di IGD," tutup petugas tersebut.
Inovasi PeDuli IGD- QR merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RSUD M. Natsir Solok dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, efektif, dan bermutu, sejalan dengan semangat rumah sakit: "Santun dalam Melayani, Cepat dan Tepat dalam Bertindak."